Ayo, Luangkan Waktu untuk Bernapas

woman-591576_960_720
Credit to: www.pixabay.com

 

Saat hidupmu terasa sesak, itu saatnya kamu belajar “bernapas”.. ย ย 

-Arifah-

 

Ha? Judul yang aneh. Bukannya setiap detik juga kita bernapas, kan? Hmm.. Maksud bernapas di postingan berikut adalah “betul-betul bernapas” dalam arti kita benar-benar menikmati napas kita. Menarik napas secara perlahan dan dalam, kemudian hembuskan secara perlahan pula. Bernapas untuk relaksasi ๐Ÿ™‚ Jadi, bukan hanya sekadar bernapas seperti yang kita lakukan setiap detiknya.

Kehidupan ini indah, namun tak pernah terlepas dari masa-masa dimana kita merasa sedih maupun sulit. Dan bagi mereka yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, seringkali mereka lupa meluangkan waktu untuk merasa rileks dan sungguh-sungguh bahagia. Di saat seperti itulah, hidup seolah terasa ‘menyesakkan’..

Eh, tunggu dulu.. Gak ada lagi perasaaan menyesakkan jika kita rutin meluangkan waktu untuk “bernapas”. Bernapas seperti apa? Ini dia bernapas yang saya maksud:

1. Bernapas dengan benar

Semua orang bisa bernapas, tapi sebenarnya gak semua orang tau caranya bernapas dengan benar untuk bisa memperoleh manfaat maksimal. Tujuan bernapas yaitu untuk memperoleh oksigen agar kita tetap hidup. Nah, sedangkan tujuan bernapas dengan benar yaitu untuk membuat kita merasa tenang (rileks).

Cara bernapas dengan benar:

– Tarik napas secara perlahan melalui hidung. Ambil napas panjang, hingga paru-parumu terasa penuh.

– Kemudian hembuskan napas secara perlahan pula, melalui mulut.

Sebenarnya ada cara yang lebih detail lagi, kamu bisa Googling, ya :p

2. Iringi napasmu dengan perasaan bahagia

Setelah kamu bernapas dengan benar, iringi cara bernapasmu itu dengan perasaan bahagia. Jadi gak asal bernapas -hirup, hembus, hirup, hembus- tapi jiwai napasmu tersebut dengan hati yang bahagia. Ini akan membuat napasmu menjadi lebih berarti.

Caranya memunculkan perasaan bahagia:

Bersyukurlah

Bersyukur itu bukan hanya sekadar mengucap Alhamdulillaah di mulut kita, tapi juga dengan menghadirkan hati saat mengucapkannya. Bersyukur karena kita masih diberi napas. Bersyukurlah karena kita masih bisa bernapas dengan nyaman, tanpa bantuan selang oksigen seperti mereka yang sedang sakit.

Lakukan self talk “aku bahagia”

Self talk yaitu kamu berbicara pada diri sendiri (bisa dilakukan dalam hati). Ulang-ulanglah kalimat “aku bahagia” di dalam hati, sampai dirimu merasa bahwa kamu memang bahagia ๐Ÿ™‚ Dan, sama seperti poin sebelumnya ya, lakukan dengan hati. Bukan hanya mengulang-ulang kalimat “aku bahagia” tapi juga gunakan hatimu saat mengucapkannya.

Kalimat self talk ini bisa juga kamu modifikasi *ya elah, modifikasiii :p hihi.. Ya maksudnya bisa juga kamu ubah menjadi kalimat yang lain yang lebih mengena pada dirimu. Misalnya: “aku bahagia karena aku jatuh cinta”, “hidupku sangat indah”, atau kalimat-kalimat lainnya. Yang penting kalimat tersebut bisa menghadirkan perasaan bahagia di hatimu saat kamu mengucapkannya.

– Tersenyumlah

Ya, tersenyumlah. Bernapas dengan benar, lalu hadirkan rasa bahagia di setiap helaan napasmu, kemudian lakukan dengan tersenyum ๐Ÿ™‚ Saat kamu tersenyum, akan ada energi positif yang muncul. Jangan lupa! Gunakan hatimu, ya. Tersenyum bukan hanya melebarkan kedua sisi bibirmu, tapi tersenyum dari hati.

Hmm, kenapa sih semuanya harus pake hati? Bersyukur pake hati, self talk pake hati, dan tersenyum juga pake hati. Karena sesuatu yang kamu lakukan dengan “hati” akan lebih mendatangkan “arti”. Saat kamu melakukan sesuatu dengan hati, artinya kamu melibatkan emosimu (perasaanmu). Namun tentunya di sini kita melibatkan emosi yang positif (baik) ๐Ÿ™‚

3. Lakukan dengan rutin

Nah, poin yang terakhir adalah lakukan dengan rutin. Aktivitas positif yang kamu lakukan hanya beberapa kali (gak rutin), dengan yang dilakukan secara rutin tentunya akan mendatangkan hasil yang berbeda. Aktivitas positif yang dilakukan dengan rutin insya Allah pasti mendatangkan kebaikan yang maksimal.ย Kuncinya adalah komitmen untuk disiplin melakukannya.

Kita selalu punya waktu untuk melakukan hal-hal yang memang kita perlukan. Hanya saja, jika kita tak membuat aturan prioritas maka hal-hal yang sebenarnya penting seringkali kita abaikan.

Contohnya, kita tau bahwa makan itu adalah kebutuhan, dan banyak pula orang yang tau bahwa makan yang benar itu adalah yang teratur, menu makanan harus sehat, dan cara makan juga harus diperhatikan.ย Tapi, saat kita sedang ‘asyik’ dengan pekerjaan, kebutuhan makan seringkali kita nomor duakan. Makan teratur, menu makanan sehat, dan cara makan yang benar kita abaikan.

Begitupun dengan bernapas! Jika kamu tau bernapas itu penting, maka manfaatkan aktivitas bernapas itu dengan maksimal sehingga hasilnya juga optimal. Bernapas tak hanya sekadar bernapas agar kamu tetap hidup. Bernapaslah supaya hidupmu jadi lebih indah dan sehat ๐Ÿ™‚

Meluangkan waktu untuk benar-benar bernapas, seperti cara-cara yang saya jabarkan di atas, akan membuat hidupmu lebih ‘ringan’. Sebab ini merupakan bagian dari relaksasi. Dengan relaksasi, pikiran jadi lebih tenang, dan stress pun berkurang. Gak percaya? Nah, makanya dicoba ya!

Ayo, luangkan waktu untuk bernapas ๐Ÿ™‚

 

With heart,

– Arifah –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *