Kelola Pikiran Negatifmu dengan 5 Cara Ini

stocksnap-io
Credit picture: stocksnap.io

“Kita adalah raja atas pikiran kita. Kita yang pegang kendali terhadap apa yang bersemayam dalam pikiran kita sepanjang waktu”

– Arifah –

 


Jangan beranggapan jika pikiran yang sehat itu adalah pikiran yang selalu positif. Sebab, pikiran negatif akan selalu datang menghampirimu. Dalam diri kita selalu ada dua unsur, kebaikan dan keburukan, termasuk juga pikiran. Jadi, punya pikiran negatif itu wajar, kok. Tapi, ada tapinya nih.. Hehe. Wajar selama pikiran negatif itu gak berlebihan dan bisa kamu kendalikan, sehingga gak sampai merugikanmu.

Saat pikiran negatif menghampirimu, yang perlu kamu lakukan adalah mengelola pikiranmu agar pikiran negatif itu gak sampai berkelanjutan. Sebab, pikiran itu seperti layang-layang, jika kamu tak bisa mengendalikannya maka ia akan terbang kemanapun ia suka. Untuk mengelola pikiranmu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

1. Hindari hal-hal yang memicu datangnya pikiran negatif

Seringkali kita merasa bahwa pikiran negatif itu seolah datang secara tiba-tiba. Hingga kita pun akhirnya sering merasa kesulitan mengendalikannya. Pikiran negatif datang menghampiri kita tanpa diundang. Hehe.. Padahal, sebenarnya setiap kali pikiran negatif muncul di pikiran kita, pastilah ada pemicunya. Hanya saja kita seringkali gak sadar, “pemicunya apa, sih?”

Pemicunya adalah suatu kondisi yang terjadi pada diri atau sekitar kita, yang kemudian mempengaruhi pikiran kita. Misalnya, saat lapar, ketakutan, terlalu cemas, menyaksikan berita-berita “buruk” di televisi, atau saat mendengarkan teman bergosip *upsss, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini bisa berbeda pada setiap orang lho, ya. Menyesuaikan dengan keadaan dirimu. Nah, berusahalah menghindari kondisi-kondisi yang memicu kita jadi lebih mudah berpikir negatif.

2. Jangan mendramatisasi sesuatu

No drama-drama, ah! Mendramatisasi sesuatu alias ‘lebay’ (berlebihan) adalah sikap yang gak bijak dan merugikan kita khususnya. Sikapilah segala sesuatu dengan sewajarnya dan proporsional. Proporsional artinya seimbang, gak berlebihan. Sikap proporsional selalu jadi sikap terbaik untuk kita terapkan dalam hidup, termasuk dalam menyikapi sebuah kejadian. Mendramatisasi sesuatu akan membuat sebuah kejadian jadi lebih terasa berat dari yang sebenarnya terjadi.

Sederhanakan pikiranmu, jangan diperumit. Saat kamu mengalami sesuatu, fokuslah pada saat ini dan pada apa yang terjadi, tak perlu melebar-lebarkan atau memanjang-manjangkan. Maksudnya, kan kita suka gini nih, ribet mikirin kejadian masa lalu dan juga ribet musingin kejadian masa depan (yang belum terjadi). Hmm, sikap seperti inilah yang membuat pikiran kita jadi ‘berkecamuk’ alias ribet.

3. Berpikir objektif  

Saat pikiran negatif datang, kuatkan logikamu agar pikiran negatif itu gak mengalahkan akal sehatmu. Berusahalah berpikir objektif, artinya kita memandang sesuatu gak hanya berdasarkan pendapat pribadi kita atau emosi kita semata, namun lebih didasarkan pada fakta/kenyataannya. Hal ini bisa membuat kita lebih bijak dalam bersikap. Seringkali, jika kita terlalu melibatkan pandangan kita pribadi atau emosi kita, kita lebih sulit berpikir jernih.

Cobalah agar akalmu lebih kuat dari emosimu atau setidaknya bisa seimbang. Sebab, saat emosi lebih mendominasi dibanding akal, akan sulit bagimu untuk berpikir objektif.

4. Miliki alarm “sadar”

Pikiran-pikiran negatif sebenarnya adalah sesuatu yang tidak nyata, sebab itu hanya ada dalam pikiran kita saja. Coba deh kamu renungkan, berapa banyak pikiran negatif yang sebenarnya hanya ada dalam pikiranmu, tapi tak benar-benar jadi kenyataan, karena ternyata kenyataannya tak seburuk apa yang kita pikirkan, atau malah hal negatif yang kita pikirkan sama sekali gak terjadi :p

Jadi, saat pikiran negatif hampir menguasai kita, segeralah “sadar”! Anggaplah saat kamu berpikiran negatif, kamu seolah sedang bermimpi buruk. Dan kamu harus bangun (sadar) dari mimpi itu agar kembali berpijak pada kenyataan. Kamu punya alarm “sadar” ini, tinggal bagaimana kamu menggunakannya setiap saat kamu memerlukannya.

5. Jalani prosesnya

Jika kita terbiasa memenuhi pikiran kita dengan pikiran negatif, maka kita butuh waktu (proses) untuk mengubah kebiasaan tersebut, hingga akhirnya kita bisa terbiasa berpikir positif dalam berbagai keadaan. Gak ada yang instan say, apalagi untuk mengubah sebuah kebiasaan. Mulailah mengubahnya dengan langkah-langkah kecil, lakukan dengan kontinyu. Hingga satu saat kamu akan benar-benar pandai mengelola pikiran negatifmu. Yang terpenting, jalani aja prosesnya. Gak masalah, jika prosesnya berjalan lambat. Asalkan kamu tak berhenti dalam proses tersebut.

Menurutmu selain kelima hal di atas, apa kamu punya cara lain yang biasa kamu lakukan untuk mengatasi pikiran negatif? Silahkan share di kolom komentar, ya 🙂

.

.

With heart,

– Arifah –

Comments 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *