5 Kesalahan dalam Memaknai Kebahagiaan

Source: kaboompics.com

“Seringkali kita sibuk mencari kebahagiaan dan berpikir bahwa kebahagiaan hanya akan diperoleh saat kita mendapatkan ini dan itu. Padahal kebahagiaan tak perlu dicari, sebab kebahagiaan ada di dalam diri kita sendiri”

– Arifah –


 

Sebagian orang benar-benar bahagia, sebagian lagi pura-pura bahagia, dan sebagian lagi kesulitan untuk bahagia (karena stress misalnya). Termasuk yang manakah kamu? πŸ™‚ Insya Allah yang pertama, yaaa *hehe.

Ya, memang kita gak selamanya selalu bahagia, karena pasti ada masa sedih, duka, dan sulit dalam hidup. Tapi..pastinya kita pengen sebagian besar waktu hidup kita ada dalam kebahagiaan dong, ya! *Aamiin

Kalau kamu gak bahagia atau merasa kesulitan untuk bahagia, coba renungkan kembali, bisa jadi ada yang salah dengan pemikiranmu dalam memaknai kebahagiaan. Nah, simak yuk hal-hal apa aja sih mengenai kebahagiaan yang seringkali disalahpahami oleh kita (including me sometimes *hihi)

 

1. Kebahagiaan itu identik dengan harta benda

Waduh, kalau iya kebahagiaan itu identik dengan harta benda mah, orang yang uangnya pas-pasan, gak punya rumah, mobil, atau perhiasan, gak akan bisa happy dong? *huhu. Gak benar kalau ada yang berpikir bahwa orang yang kaya PASTI happy. Faktanya, kebahagiaan gak ada dalam harta benda, tapi ada dalam diri kita πŸ™‚

Jadi jangan berpikir bahwa kita baru happy saat punya banyak harta yaaa *hihi.. Apa yang saat ini kita miliki itulah yang terbaik dan syukurilah, karena Allah Maha Tau ukuran harta yang terbaik bagi kita. Eits, tapi ini bukan berarti kita pasrah dan gak mau usaha lebih lho, ya.. Apalagi kalau memang keadaan kita kekurangan, usaha lebih mah wajib kalau gitu keadaannya.

Terima hasil usaha kita dengan hati lapang, dan merasa cukuplah dengan apa yang kita miliki. Satu lagi, gak perlu membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain. Misal: “Dia punya rumah aku enggak”, “Si itu punya mobil aku belum”, dan seterusnya..

Kalau mau membandingkan, bandingkan dengan mereka yang berada di bawah kita πŸ˜‰ Ini bisa membuat kita merasa lebih bersyukur, karena keadaan kita nyatanya jauh lebih baik dari orang lain yang kesusahan.

2. Kebahagiaan hanya akan diperoleh saat kita mendapat yang kita mau

Pernah gak kamu berpikir kalau kamu baru akan bahagia saat semua keinginan atau cita-citamu tercapai? Apakah itu kerja di tempat yang nyaman bergaji besar, apakah itu punya suami setampan Verrel Bramasta, atau mungkin pengen punya wajah cantik alami seperti Pevita Pearce? *heheee..

STOP! Kita gak perlu jadi secantik Pevita, atau jadi istri Verrel to be happy. Really! πŸ™‚ Kebahagiaan gak perlu kita tunggu sampai kita dapat apa yang kita impikan, kok. Kebahagiaan ada saat ini, di dalam diri kita. Kuncinya, buka pikiran..jangan berpikir sempit dan negatif terhadap keadaan diri kita.

Kebahagiaan akan hadir saat kita SADAR betapa banyak yang telah Allah berikan pada kita, apakah itu kesehatan, keluarga, pekerjaan, tempat tinggal, daaan pasti masih banyak lagi, yakan?!

3. Kebahagiaan ditentukan oleh orang lain di sekitar kita

Wah, kebayang dong if our happiness is depending on others πŸ™ Betapa ribetnya nanti hidup kita. Ini sama aja dengan kita dipengaruhi oleh orang lain, bukan?? But, for happiness, NO! Diri kita sendiri bisa bahagia tanpa tergantung pada orang di sekitar kita.

Ya, meski pada beberapa kasus ada sebagian orang yang harus usaha EXTRA to be happy dengan keadaan orang lain di sekitarnya yang “maybe” not supporting them to be happy.

Misalnya: seorang istri yang diuji dengan suami yang memiliki perilaku buruk, pastinya akan butuh usaha EXTRA untuk bahagia, dibandingkan dengan istri yang memiliki suami baik hati.

Kita tetap bisa bahagia apapun keadaan kita, just no matter what. Karena, selalu ada hikmah dalam setiap kejadian, good or worse. Dan saat kita fokus pada hal baik atau hikmahnya, ketimbang pusing mikirin hal yang buruk, disitulah slowly but sure, kebahagiaan akan mudah kita rasakan πŸ™‚

4. Kebahagiaan itu bisa diberikan

Menurutmu kebahagiaan itu bisa kita minta dari orang lain? NO! Kebahagiaan gak bisa dipindahtangankan, hehe.. Jadi, saat ada seorang pria merayumu dengan mengatakan “Aku bisa memberimu kebahagiaan”, jangan percaya, ya *hehe..

BUT, kita memang bisa menularkan kebahagiaan pada orang lain, oftentimes yaaa, not always πŸ™‚ Karena kunci kebahagiaan itu terletak pada diri kita masing-masing. Meskipun kita berusaha menularkan kebahagiaan pada seseorang, tapi orang tersebut gak membuka diri (berusaha) untuk bahagia, maka gak akan berhasil.

5. Kebahagiaan adalah bagian dari takdir

Benarkah?? Hihi, pernah gak kamu berpikir bahwa memang ada orang yang diciptakan untuk bahagia dan sebaliknya ada orang yang diciptakan untuk hidup sulit. Astaghfirullaah. Mudah-mudahan kita gak berpikir begitu, ya. Karena Allah Maha Adil, Allah gak pilih kasih sama semua makhluknya.

Bahagia atau sedih bukan bagian dari takdir, tapi tergantung dari bagaimana kita merespon apa yang Allah berikan pada kita, which is semuanya pasti yang terbaik untuk kita. Yaaa, meski kita seringkali kesulitan melihat hikmah atau memandang setiap kejadian dari sudut pandang positif.

Gak ada yang sempurna ya, begitupun kebahagiaan, artinya kita gak bisa berharap hidup kita will be happy all the time.Β Tapi yakinlah, masa-masa yang gak OK dalam hidup kita (misal: lagi sedih, susah, galau, kesel, dll) adalah masa-masa belajar dan totally normalΒ πŸ˜‰ TAPI, kita mesti punya “kendali” agar masa-masa gak OK tersebut gak berlebihan dan merugikan kita yah, aamiin.

.

With heart,

Arifah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *